breaking

World View

World View

Menarik

Menarik

Khas Nusantara

Khas Nusantara

MargoyosoUpdate.com - Aktor Nicholas Saputra kembali membintangi sebuah film layar lebar. Dalam film terbarunya itu, bintang film Ada Apa Dengan Cinta Ini berperan menjadi pria tuna rungu. Demi mendalami perannya, Nicholas pun banyak belajar di sekolah tuna rungu.
"Saya banyak eksplor di sekolah tuna rungu, belajar sign language (bahasa isyarat), mendalami lebih mendalam itu yang perlu diterapin, pemahaman nggak bisa mendengar itu seperti apa dan nggak bisa bersuara," katanya di Kemang, Jakarta Selatan, (15/1). "Saya interaksi, nongkrongin di sekolah mereka, 6-7 kali ke sana selama sejam. Ikut kelas sekitar 1-2 jam," tambahnya.
Pria kelahiran Jakarta, 24 Februari 1984 ini mengaku tak kesulitan dalam memerankan karakter Edo dalam film Tidak Bicara Cinta. "Nggak sulit, karena nggak banyak dialog yang membutuhkan bahasa isyarat," terangnya.
MargoyosoUpdate.com - Film Gending Sriwijaya (2013)

Genre : Aksi, Kolosal
Tanggal Rilis : 10 Januari 2013
Studio : Putaar Films
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produser : H. Dhoni Ramadhan, Hj. Dian Permata Purnamasari, Irene Camelyn Sinaga, Ap.
Pemain : Julia Perez, Agus Kuncoro, Mathias Muchus, Sahrul Gunawan, Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer, Hafsary Thanial Dinoto, Teuku Rifnu Wikana, Qausar Harta Yudana, Tya Arifin

Nusantara di abad 16, tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya ,muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan.Kedatuan Bukit Jerai, adalah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Jaya nasa dengan permaisurinya Ratu Kalimanyang. Mereka memiliki dua putera, Awang Kencana dan Purnama Kelana. Dapunta Hyang sudah memasuki usia tua dan saatnya untuk menyerahkan
kepemimpinannya kepada putera mahkotanya, Awang Kencana. Namun diluar adapt kebiasaan, Dapunta justru memilih Purnama Kelana sebagai penggantinya
Awang Kencana secara diam-diam mengetahui rencana itu dan sangat kecewa dengan keputusan ayahnya. Awang kemudian menjebak Purnama, menfitnah Purnama telah membunuh Dapunta Mahawangsa. Purnama kemudian di tangkap oleh Awang dan dijebloskan kepenjara. Dengan dibantu oleh para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama berhasil dibebaskan dan dihindarkan dari hukuman mati.Kelompok pasukan yang dipimpin oleh Awang kemudian mengetahui rencana itu, mereka mengejar Purnama sampai pelosok hutan, Purnama terdesak di lereng tebing, Purnama jatuh di jurang yang tinggi, tercebur di sungai dan terbawa arus yang deras. Pasukan Awang tak mampu mengejar dan mengira Purnama telah tewas
Setelah meninggalnya Dapunta Hyang Mahawangsa, seratus hari kemudian, Awang dinobatkan sebagai raja di Kedatuan Bukit Jerai. Awang memerintahkan untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek. Mata-mata Awang Kencana berhasil mengetahui markas kelompok Ki Goblek.Dengan kekuatan penuh ,pasukan Awang Kencana mengepung Ki Goblek yang bermarkas di sebuah gua di tengah hutan. Kelompok perampok berhasil ditumpas, Ki Goblek tewas. Hanya tertinggal Purnama dan Malini dan 8 orang perempuan penenun songket, yang adalah janda para perampok yang tewas. Malini yang kehilangan kedua orang tua dan juga adiknya takluput menjadikorban. Malini menyimpan dendam. Purnama yang mengetahui ini semua adalah perbauatan adiknya, makin meradang.Ia harus menghentikan kelakuan adiknya, menuntut balas kematian ayahnya, sekaligus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
Sepuluh orang menyiapkan sebuah serangan balasan kepusat Kedatuan Bukit Jerai. Berhasilkah Purnama Kelana merebut tahta Kedatuan Bukit Jerai?

Lihat FILM TRIAL

MargoyosoUpdate.com - Julia Perez tentu tidak akan melupakan kejadian ini. Dia melakukan adegan ciuman sebanyak dua kali dengan lawan mainnya, Syahrul Gunawan. Maklum, Jupe mengaku kesulitan melakoni adegan tersebut, hingga dia melakukan adegan itu berulang. Padahal, Jupe sangat ingin melakukan adegan tersebut. Jupe dan Syahrul Gunawan tengah terlibat sebuah film layar perak, Gending Sriwijaya. Mungkin, inilah film yang tidak bakal dilupakannya. "Dua kali nggak bisa-bisa, berat banget cium Sahrul, padahal gue mau banget, pas mau ke depan kok nggak nyetrum-nyetrum," uajr Jupe di FX Plaza, Jakarta, belum lama ini
MargoyosoUpdate.com - Di sinetron terbarunya, Mikha Tambayong dituntut menjadi cewek tomboy. Ia melakukan sendiri beberapa adegan ekstrim. Bahkan, Mikha juga manut waktu diminta sutradara syuting di bawah teriknya matahari. Alhasil, kulit Mikha terbakar.


Yang paling diingat Mikha adalah ketika ia syuting di tepi danau. "Cuacanya panas banget. Badan aku belang, kulit aku terbakar," tutur Mikha saat ditemui daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/1) petang.


Namun, selama hasilnya bagus, Mikha tidak keberatan bila ia harus terluka dalam syuting.


"Cuma ya worth it, hasilnya bagus, seru rame-rame panas-panasan bareng," tandasnya. Apalagi Mikha termasuk cewek yang bisa cepat mengembalikan kondisi tubuh. "Sebenarnya kalau belang hitam, bisa balik lagi, bisa luluran yang penting all out, hasil bagus. Efek samping bisa diobatin enggak perlu khawatrir, aku puas hasil bagus. Seneng banget," tutup Mikha.
MargoyosoUpdate.com - Lupakan "Innocence of Muslims", film asal-asalan yang memberi gambaran menyesatkan tentang Nabi Muhammad. Sebuah perusahaan film asal Qatar yang berbasis di Doha, Al Noor Holding akan memproduksi film epik tentang hidup dan ajaran Rasulullah.

Dan, itu bukan film murahan. Biaya produksi sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 9,649 triliun disiapkan.

Seperti dimuat situs Gulf News, (18/12/2012), film tersebut didukung oleh sejumlah ulama, termasuk Yusuf Al Qaradawi, Ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional. Epik ini akan dibagi menjadi tujuh bagian. Proses pengerjaannya pun tak sembarangan, menggunakan standar internasional tertinggi, dengan teknik dan sistem audio-visual paling canggih.

Perusahaan pada hari Senin mengatakan bahwa tim ahli telah selesai menulis skenario setelah mengatasi serangkaian tantangan artistik dan dramatis. "Kami menyadari bahwa film ini adalah tugas yang sulit dan menantang," demikian pernyataan Al Noor Holding. "Ini mengapa kami harus berkonsultasi dengan sejumlah ulama terkemuka, termasuk Dr Al Qaradawi, yang membimbing aspek syariah dalam film ini."

Perusahaan film juga memperhatikan aturan mutlak ini: dalam hukum Islam, sosok seorang Rasul atau Nabi tak boleh digambarkan secara visual, dalam cetak maupun film.

Namun, para Sahabat Nabi Muhammad, masih ditampilkan. Meski hal itu juga masih jadi perdebatan. Al Qaradawi mengaku telah melakukan riset dan berkonsultasi dengan 30 ulama senior tentang tampilan para sahabat dalam film.

"Berdasarkan studi itu, kami sampai pada kesimpulan, tak masalah menampilkan para sahabat dalam adegan yang dramatis," kata dia.

Soal tampilan para Sahabat Nabi, sebelumnya sempat jadi polemik panas. Sebuah drama TV selama bulan Ramadhan tentang kehidupan Hassan dan Hussain, cucu Nabi Muhammad menimbulkan kontroversi, karena menunjukkan beberapa sosok Sahabat Nabi.

Dalam Bahasa Inggris

Film yang belum diungkap judulnya itu akan dibuat dalam Bahasa Inggris, lalu diterjemahkan ke sejumlah bahasa. Tujuannya, agar film ini menjangkau seantero dunia dan bisa diakses semua bangsa.

Nihad Awad, salah satu pendiri Council on American-Islamic Relations (CAIR) sekaligus menjabat sebagai direktur eksekutifnya mengatakan, sekitar 750 film yang menyampaikan gambaran negatif tentang Islam atau Nabi Muhammad diproduksi Hollywood selama dekade terakhir.

"Film produksi perusahaan Qatar tersebut akan punya arti signifikan, menepis impresi negatif di benak masyarakat Barat, yang termakan hasutan negatif tentang Muslim dan Islam. Juga tentang Nabi Muhammad," kata dia seperti dimuat harian Qatar, Al Sharq.



Source: Liputan6
MargoyosoUpdate.com - Sebuah film bergenre humanis, yang diadaptasi dari judul novel yang sama "Bidadari-Bidadari Surga" karya Tere Liye. Mengisahkan tentang seorang wanita dengan keterbatasan fisik bernama Laisa, yang tinggal bersama sebuah keluarga janda bernama lainuri bersama tiga orang anak-anaknya. Laisa berusaha mendidik adik-adiknya dengan keras agar masa depan mereka bisa cerah, mengangkat keluarganya dari kemiskinan.
Dalimunte, Wibisana, Ikanuri, dan Yashinta, dengan karakter yang berbeda terasa menghidupkan alur cerita. Dalimunte adalah seorang anak yang pintar yang kemudian berhasil meraih cita-citanya hingga menjadi seorang profesor di usia muda, dan Yashinta menjadi seorang peneliti mahluk hidup yang sering berpetualang.
Riak-riak konflik terasa semakin kencang saat Laisa sulit untuk mendapatkan pendamping hidup, bahkan saat adik-adiknya mulai mendapatkan pasangan dan kemudian urung untuk menikah lantaran sang kakak belum mendapatkan jodoh. Hingga puncaknya datanglah sosok Darma, kawan Dalimunte yang berniat menikahi kakaknya yang ternyata karena sang istri tidak kunjung hamil. Laisa akhirnya benar-benar merasakan siksaan bathin saat akad nikah, istri Darma menelfon dan mengatakan dirinya positif hamil, batal lah pernikahan Laisa dengan Darma.
Laisa adalah sosok pekerja keras, yang mampu membuat lahan kosong menjadi produktif dengan menanam strawberry. Pertaniannya tumbuh dengan pesat hingga kondisi kesehatannya tak dihiraukan, Laisa menderita kanker paru-paru. Sang bunda, Lainuri berusaha menghubungi anak-anaknya untuk segera pulang, karena mungkin mereka tak dapat lagi berjumpa dengan sang kakak.
Walau tidak semua adegan dalam novel tertuang di film ini, sang sutradara Sony Gaokasak berhasil menjaga alur cerita dengan baik dengan ritme yang cepat, hingga sebagian penonton terhanyut dan merasakan haru yang mendalam.
Film ini dibintangi oleh Nirina Zubir, Nino Fernandez, Nadine Chandrawinata, Chantiq Schagerl, Henidar Amroe, Piet Pagau, dan beberapa artis pendukung lainnya. Film ini diproduksi oleh Starvision. (swc/edo)


Source:KasaKusuk