Tag Archives:
PERTANIAN
Nata De Cassava, mungkin banyak orang yang jarang mendengarkan kata ini. Nata De Cassava bukanlah bahan ilmiah atau hewan dari planet lain. Nata De Cassava merupakan makanan pencuci mulut yang berasal dari hasil fermentasi limbah cair dari tepung tapioka. Bentuknya hampir mirip dengan Nata De Coco.
Nilai nutrisi nata de cassava sangat rendah, tidak mengandung vitamin, lemak, dan protein. Kalori yang dihasilkan sangat rendah. Hal tersebut menyebabkan nata de cassava tidak menyebabkan kegemukan, sehingga nata de cassava cocok sebagai pangan diet.
Membuat Nata De Cassava tidaklah sulit. Pengolahannya membutuh proses selama enam hari. Hari pertama, limbah cair tapioka direbus bersama dengan ampas singkong. Hari kedua, rebusan tersebut disaring lalu dituang dalam nampan. Hari ketiga, bibit nata dicampurkan ke dalamnya. Cairan fermentasi tersebut akan menjadi nata pada hari kelima atau keenam.
Mengingat margoyoso merupakan sentral pembuatan tepung tapioka. Pembuatan Nata De Cassava bisa menjadi usaha tambahan untuk warga margoyoso dan mengurangi limbah cair.
oleh : Hilal Ndut dan berbagai sumber
Margoyoso Update - Dalam Dunia Pertanian sudah tak Asing lagi dengan yang namanya Pemupukan, namun kali ini saya akan sedikit mengulas tentang Pemupukan Berimbang.. karena seringkali kita temui para petani yang melakukan pemupukan asal-asalan tanpa tau aturan dan dosis yang harus digunakan. Dengan melakukan pemupukan berimbang ini maka hasil dari tanaman kita akan lebih maksimal, selain itu biaya yang keluar pun akan lebih efisien. Begitu pula sebaliknya jika kita menggunakan pupuk asal-asalan maka itu dapat merugikan petani juga, selain akan keluar dana yang lebih besar, hasil dari tanaman kita juga tidak akan maksimal bahkan dapat menimbulkan gagal panen atau kematian pada tanaman tersebut.

Pemupukan Berimbang adalah Pemberian sejumlah pupuk yang disesuaikan dengan kebutuhan hara tanaman, ketersediaan hara yang ada di dalam tanah dan target hasil maksim yang ingin dicapai.
Aplikasi dari pemupukan berimbang ini dapat kita lakukan dengan mencampurkan beberapa pupuk tunggal atau kombinasi pupuk majemuk dengan pupuk tunggal selain itu atau pupuk majemuk yang telah diinformasikan seperti penggunaan NPK. Tentunya sesuai dengan dosis yang dibutuhkan oleh tanaman dan ketersediaan hara yang ada dalam tanah di suatu daerah.
Kebutuhan hara tanaman dalam suatu daerah itu berbeda beda, untuk mengetahui jumlah dosis yang dibutuhkan kita bisa menanyakan langsung kepada Penyuluh Pertanian di daerah tersebut.
Pemupukan Berimbang pada Tanaman - aaSolah - www.CaraGampang.ComKebutuhan hara tanaman dalam suatu daerah itu berbeda beda, untuk mengetahui jumlah dosis yang dibutuhkan kita bisa menanyakan langsung kepada Penyuluh Pertanian di daerah tersebut.
HUKUM MINIMUM LIEBIG
Berikut ada Hukum Minimum yang mendasari pemupukan berimbang :
- Hasil Prosuksi dipengaruhi oleh faktor minimum yang terdapat di dalam tanah.
- Kekurangan unsur hara dalam tanah akan mengurangi tingkat produksi tanaman dan hasil prosuksi akan mengikuti tingkat kekurangan hara yang paling rendah.
- Kecukupan keseluruhan Unsur hara dalam tanah akan mengakibatkan tingkat produksi yang maksimal dan hasil prosuksi akan meningkat sejalan dengan kecukupan unsur hara dalam tanaman.
Pada kesempatan hari ini, saya ingin sedikit berbagi tentang cara pembuatan pupuk organik "Dochakukin". Metode pembuatan pupuk organik dochakukin ini di kembangkan di Jepang. Untuk mendukung program Go Organik yang di canangkan pemerintah, tidak ada salahnya mengembangkan pupuk ini.Pada dasarnya pembuatan pupuk ini sama saja dengan pupuk kompos, yaitu dengan fermentasi yang di lakukan oleh bakteri an aerob. untuk lebih jelasnya langsung saja ke langkah pembuatannya..
1. pembuatan master (biakan bakteri)
bahan:
bahan:
1. pembuatan master (biakan bakteri)bahan:
- Tanah dari bawah rumpun bambu (kurang lebih 2 plastik hitam kecil)
- tepung mineral/mineral organik 1/3 bks
- arang yang telah di haluskan (kurang lebih 2 plastik hitam kecil)
- gula 1/4 kg
- air secukupnya
- Sediakan plastik bening ukuran 2x2 m untuk alas
- campurkan tanah, tepung mineral, arang, dan gula di atas plastik tersebut hingga rata
- setelah tercampur rata, tuangkan air sedikit sedikit sampai kadar airnya mencapai 60%
- setelah selesai, tutup menggunakan plastik berwarna gelap (usahakan tidak ada udara yang keluar)
- fermentasi selama 10 hari, dan di balik pada hari ke 5.
bahan:
- kotoran hewan
- sampah organik
- dochakukin (biakan bakteri yang tadi di buat)
- air
- sediakan lahan (ukuran d sesuaikan)
- ratakan kotoran hewan
- taburkan dochahkukin di atasnya, lalu di siram sedikit air
- ratakan sampah organik
- taburkan dochakukin di atasnya, lalu di siram sedikit air
- lakukan berulang ulang, sampai bahan habis
- di tumpukan paling atas usahakan berupa sampah organik
- setelah selesai, tutup dengan beberapa helai daun pisang
- kemudian di atasnya di naungi dengan terpal
- fermentasi 90 hari, di balik setiap 30 hari.
- pupuk siap di gunakan

Padi dapat tumbuh dan memberikan hasil tinggi bila persyaratan iklim dan tanah sesuai selama pertumbuhannya.
a) Iklim
§ Temperatur 15-30º C
§ Kelembaban 60%
§ Curah hujan 600-1200 ml selama pase pertumbuhan.
§ Kebutuhan sinar matahari antara 10-11 jam per hari.
§ Tinggi tempat antara 0-1300 m diatas permukaan laut (dpl)
b) Tanah
· Derajat kemasaman (pH) tanah antara 5-7.
· Jenis tanah Grumosol, Latosol, Andosol, dan Podsolik Merah Kuning.
· Tanah subur, gembur, dan tidak ternaungi.
Catatan : Jika Copy Paste catatan ini silahkan cantumkan sumbernya. (By. M.Sholahudin A.)
Tanaman padi (Oryza stiva) termasuk golongan tanaman semusim, bentuk batangnya bulat dan berongga, daunnya memanjang seperti pita yang berdiri pada ruas-ruas batang dan mempunyai sebuah malai yang terdapat pada ujung batang.
a) Akar
Setelah lembaga tumbuh, akar tunggang yang terdiri dari akar lembaga terus masuk ke dalam tanah. Kemudian pangkal batang yang muda mengeluarkan akar serabut.
b) Batang
Batang padi tersusun dari ruas-ruas. Antara ruas yang satu dengan ruas yang lain dipisahkan oleh satu buku. Ruas batang padi di dalamnya berongga dan bentuknya bulat. Tinggi tanaman berpariasi antara 80-120 cm.
c) Daun
Daun terdiri dari helai daun yang berbentuk memanjang seperti pita dan pelepah daun yang menyelubungi batang. Pada perbatasan antara helai daun dan upih terletak lidah daun. Upih daun berguna untuk memberikan dukungan kepada bagian buku yang jaringannya empuk. Panjang dan warna lidah daun berfariasi tergantung varietas yang ditanam. Lidah daun duduknya melekat pada batang sehingga dapat mencegah masuknya air hujan di antara batang dan upih daun. Panjang dan lebar dari helai daun tergantung kepada varietas padi yang ditanam. Daun ketiga dari atas biasnya merupakan daun terpanjang.
d) Bunga
Bunga padi termasuk bunga sempurna. Pada waktu bunga terbuka maka kepala putik pun terkuak ke luar. Lamanya bunga membuka sekitar 30-90 menit serta bunga membuka berakhir antara jam 11 hingga jam 12.
e) Buah
Biji padi atau gabah sebenarnya bukan biji, melainkan buah padi yang tertutup oleh lamma dan palea. Buah terjadi setelah selesai penyerbukan dan pembuahan. Kemudian tertutup lamma dan palea serta bagian-bagian lain membentuk sekam. Dinding bakal buah terdiri dari tiga bagian, yaitu paling luar disebut epicarpium, bagian tengah disebut mesocarpium dan bagian dalam disebut endocarpium.
Catatan : Jika Copy Paste catatan ini silahkan cantumkan sumbernya. (By. M.Sholahudin A.)
Pembenihan Tanaman Padi- Penebaran Benih
Untuk keseragaman pertumbuhan bibit, taburkan benih merata diatas bedengan. Pada tiap-tiap meter persegi persemaian ditabur + 75 gr gabah. Penaburan gabah yang terlalu rapat dipersemaian akan mengakibatkan pertumbuhan bibit kurang baik. Gabah ditabur rata-rata mulai dari tepi sampai ke bagian-bagian yang kosong, sehingga gabah betul-betul merata diseluruh bedengan. Dendan papan gabah ditekan sehingga sedikit masuk kedalam lumpur untuk menghindari serangan burung. (Bila diperkirakan akan turun hujan lebat, maka untuk menghindarkan pukulan-pukulan air hujan dan hanyutnya gabah, persemaian diari hingga terendam + 10 cm).
Sebelum penaburan benih, bedengan dipupuk dengan 10 gram urea dan 10 gram TSP tiap m2.
- Pemeliharaan Benih di Persemaian
Setelah gabah ditabur, persemaian diairi secara rembesan, caranya ialah dengan memasuki air pengairan ke dalam selokan diantara bedengan. Dengan cara ini benih mendapatkan cukup oksigen dari udara, sehingga pertumbuhan bibit lebih cepat.
Dengan makin tingginya bibit di persemaian, air dapat berangsur-angsur dinaikan menjadi 1-5 cm. untuk encegah tumbuhnya gulma, dilakukan penyiangan dengan tangan.
Terhadap kemungkinan serangan hama, persemaian disemprot dengan insektisida dua kali, yakni 10-12 setelah sebar, dan diulangi seminggu kemudian
1. Penyulaman
Jika setelah tanam ada rumpunan yang mati, maka harus dilakukan penyulaman. Penyulaman ini dilakukan 7-14 hari setelah tanam. Penyulaman yang terlambat, dapat mengakibatkan terlambat masaknya tanaman sulaman, Sehingga untuk melakukan penyulaman ini, harus disediakan sejumlah bibit cadangan atau biasa disebut dederan.
2. Pengairan
Cara pemberian air di berbagai daeraah berbeda-beda, tergantung iklim, jenis tanah, debit air, kebutuhan tanaman dan kebiasaan petani.
Penggenangan air dilakukan pada fase awal pertumbuhan, pembentukan anakan, pembungaan dan masa bunting. Sedangkan pengeringan hanya dilakukan pada fase sebelum bunting bertujuan menghentikan pembentukan anakan dan fase pemasakan biji untuk menyeragamkan dan mempercepat pemasakan biji.
3. Pemupukan
Pemupukan dilakukan agar kebutuhan unsur hara tanaman terpenuhi. Adapun dosis yang dibutuhkan dalam skala satu hektar yaitu : 250 kg urea, 100 kg Tsp, dan 100kg kcl. Pemupukan tidak dilakukan sekaligus, melainkan dilakukan tiga kali pemupukan, yaitu :
o 7-10 hst, dibeikan dengan perbandingan dosis : 1/3 Urea dari 250 kg = 83,3 kg, 1 Tsp = 100 kg, ½ Kcl dari 100 kg =50kg.
o 18-21 hst, diberikkan dengan perbandingan dosis : 1/3 urea dari 250 kg =83,3 kg dan ½ Kcl dari 100 kg = 50 kg.
Penanaman Tanaman Padi
1. Mencabut Bibit
Setelah berdaun 5-6 helai, kira kira berumur 21-23 hari (dari saat tabur benih) bibit dapat dipindahkan ke sawah. Adapun syarat-syarat bibit yang baik adalah :
a) Tinggi bibit + 22-25 cm.
b) Mempunyai 5-6 helai daun.
c) Batang yang dibagian bawahnya besar dan keras.
d) Bebas dari hama dan penyakit.
e) Bibit yang ditanam seragam
Kira-kira dua hari sebelum bibit dicabut, air dimasukan kedalam persemaian hingga tergenang. Dengan air yang cukup tanah akan menjadi lunak dan bibit dapat dicabut dengan mudah. Pada waktu akan mencabut bibit, hanya air di selokan antara petak-petak ditinggilkan.
Bibit dicabut dengan hati-hati, satu demi satu tanpa banyak merusak akar. Pencabutan dilakukan dari pinggir ke tengah. Bibit yang telah dicabut diikat dalam ikatan yang cukup besar, lalu dibawa ke sawah dan dibagi tiap petak.
2. Penentuan Jarak Tanam dan Cara Tanam
Penentuan jarak tanam, biasanya tergantung pada varietas padi, musim tanam, dan daerah lahan yang akan ditanami. Tapi pada umumya tidak akan jauh dari 20 X 20 cm atau 25 X 25 cm. Adapun maksud dari ditentukannya jarak tanam adalah :
ü Tidak terjadi persaingan yang hebat untuk mendapatkan unsur-unsur makanan dan cahaya matahari.
ü Agar dalam melakukan penyiangan menjadi lebih mudah.
Setelah ditentukan jarak tanam, kemudian dilakukan penanaman. Dalam satu lubang dapat ditanam 1-2 batang bibit, dan ditanam sedalam + 3 cm. penanaman yang terlalu dalam menyebabkan pertumbuhan akar akan lambat dan anakan berkurang, sehingga prodoksi pun berkurang. Sebisa mungkin bibit ditanam dengan tegak dan jangan sampai miring.

Pembenihan Tanaman Padi
- Penebaran Benih
Untuk keseragaman pertumbuhan bibit, taburkan benih merata diatas bedengan. Pada tiap-tiap meter persegi persemaian ditabur + 75 gr gabah. Penaburan gabah yang terlalu rapat dipersemaian akan mengakibatkan pertumbuhan bibit kurang baik. Gabah ditabur rata-rata mulai dari tepi sampai ke bagian-bagian yang kosong, sehingga gabah betul-betul merata diseluruh bedengan. Dendan papan gabah ditekan sehingga sedikit masuk kedalam lumpur untuk menghindari serangan burung. (Bila diperkirakan akan turun hujan lebat, maka untuk menghindarkan pukulan-pukulan air hujan dan hanyutnya gabah, persemaian diari hingga terendam + 10 cm).
Sebelum penaburan benih, bedengan dipupuk dengan 10 gram urea dan 10 gram TSP tiap m2.
- Pemeliharaan Benih di Persemaian
Setelah gabah ditabur, persemaian diairi secara rembesan, caranya ialah dengan memasuki air pengairan ke dalam selokan diantara bedengan. Dengan cara ini benih mendapatkan cukup oksigen dari udara, sehingga pertumbuhan bibit lebih cepat.
Dengan makin tingginya bibit di persemaian, air dapat berangsur-angsur dinaikan menjadi 1-5 cm. untuk encegah tumbuhnya gulma, dilakukan penyiangan dengan tangan.
Terhadap kemungkinan serangan hama, persemaian disemprot dengan insektisida dua kali, yakni 10-12 setelah sebar, dan diulangi seminggu kemudian.
Persemaian harus disiapkan sebaik-baiknya, agar diperoleh bibit yang baik, sehingga pertumbuhan tanaman di sawah pun akan baik.
- Pentingnya Persemaian
Di negeri kita padi sawah ditanam dengan memakai benih yang disemaikan terlebih dahulu. Menanam padi dengan memperggunakan persemaian memang ternyata lebih banyak memberi keuntungan dari pada kerugian. Apabila benih disemaikan terlebih dahulu, maka perawatan tanaman yang masih kecil yang banyak minta waktu, ketelitian dan kesabaran itu, dapat dipusatkan dibidang tanah yang tidak begitu luas, yaitu dipusatkan dipersemaian yang luasnya kira-kira 1/20 dari luas tanah yang akan ditanami, sehingga untuk melakukan perawatan mudah dilakukan.
Adapun kesulitan dalam mempergunakan persemaian yaitu orang terpaksa harus membuat persemaian dan memungut hasil tanamanya lebih lambat. Tanaman padi yang disemaikan terlebih dahulu, umurnya menjadi 15-20 hari lebih panjang daripada yang langsung ditanam seperti yang dilakukan di Eropa Amerika dan lain-lain Negara.
- Syarat-Syarat Persemaian
· Tanahnya Subur.
· Tidak terlindung, sehingga bibit dapat memanfaatkan sinar matahari sebaik-baiknya.
· Dekat sumber pengairan.
· Mudah untuk diamati.
- Pembuatan Persemaian
Luas persemaian yang diperlukan kira kira 1/20 dari areal sawah yang akan ditanami. Penggarapan tanah untuk persemaian dimulai kira kira sebulan sebelum tanam. Cara pembuatannya yaitu tanah dibajak, kemudian digaru sehingga melumpur dengan baik. Dalamnya pengolahan kira kira + 15-20 Cm. Lalu dibuatlah bedengan dengan ukuran :
Tinggi : 20 cm
Lebar : + 120 Cm
Panjang: 500-600 cm, hendaknya jangan lebih
Kemudian diantara bedengan-bedengan dibuat selokan sebesar 30 cm untuk memudahkan :
§ Penaburan benih.
§ Pemupukan.
§ Penyemprotan hama.
§ Pengairan.
§ Penyiangan
§ Pencabutan bibit.
Pengolahan Tanah pada Tanaman Padi
Pengolahan tanah untuk budidaya padi sawah dilakukan secara bertahap, yaitu sebagi berikut :
- Perbaikan Saluran dan Galengan
Sebelum penggarapan tanah dimulai, galengan harus diperbaiki, dibuat cukup tinggi, agar dapat menahan air dengan baik. Sebab dalam penggarapan tanah air tidak boleh mengalir keluar.
Saluran-saluran pengairan perlu diperbaiki dan dibersihkan dari rumput-rumput. Ini akan mencegah kehilangan air pengairan dan mengurangi terwabahnya biji gulma kedalam petakan-petakan sawah.
- Membajak
Airilah petakan sawah seminggu sebelum pembajakan, untuk melunakan tanah dan menghindarkan melekatnya tanah pada mata bajak. Terlebihdahulu dibuat alur ditepi dan ditengah petakan sawah agar air cepat membasahi saluran petakan.
Kedalaman dalam pembajakan + 15-25 cm. Hingga tanah benar-benar terbalikan dan hancur. Adapun manfaat dari pembajakan adalah sebagai berikut :
a. Pemberantasan gulma, sebab dengan pembajakan tumbuhan dan biji gulma akan terbenam.
b. Menambah unsur organik, karena pupuk hijau yang berasal dari rumput akan terbenam dan tercampur dengan tanah.
c. Mengurangi pertumbuhan hama penyakit.
Setelah dibajak tanah segera harus digenangi, untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa tanaman dan menghindari hilangnya nitrogen juga melunakan bongkahan tanah yang disebabkan pembajakan. Penggenangan dilakukan selama kira-kira seminggu.
- Menggaru
Sebelum penggaruan dimulai, terlebihdahulu air didalam petakan dibuang, ditinggalkan sedikit untuk membasahi bongkahan bongkahan tanah. Dan selama penggaruan, saluran pemasukan dan pembuangan air harus ditutup, untuk menjaga supaya sisa air jangan sampai habis keluar dari petakan.
Dengan cara menggaru tanah memanjang dan melintang, bongkahan-bongkahan tanah dapat dihancurkan. Dengan penggaruan yang berulang-ulang :
· Peresapan air ke bawah dikurangi.
· Tanah menjadi rata.
· Penanaman bibit menjadi mudah.
· Rumput-rumput yang ada akan terbenam.
Setelah penggaruan pertama, sawah digenangi lagi selama 7-10 hari.
- Meratakan
Proses perataan sebenarnya adalah penggaruan yang ke-dua. Yang dilakukan setelah lahan digenangi 7-10 hari. Pengaruan yang ke-dua ini dilakukan dengan maksud :
a. Meratakan tanah sebelum tanam pindah.
b. Membenamkan pupuk dasar guna menghindari denitrifikasi.
c. Melumpurkan tanah dengan sempurna.
Penggarapan tanah mulai dari pembajakan pertama sampai perataan, memerlukan waktu kira kira 25 hari, kira-kira sama dengan umur bibit di persemaian
Langganan:
Postingan (Atom)
Latest
Popular Posts
-
Margoyoso Update - Akibat rem blong, sebuah dam truk nopol K 1520 HH bermuatan tanah yang dikemudikan Basuki warga Desa ...
-
Batik bukan sekedar kain semata yang tergambar motif. Namun ada kandungan makna yang tinggi dibalik itu semua. Cara membuatnya ...
-
MargoyosoUpdate.com - Artis Papan Atas Rafffi Ahmad ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Narkotika Nasional karena keterlibatannya sebag...
-
Sila News - Kamis 29 januari 2015, sekitar pukul 02.00 dini hari tadi terjadi kebakaran di pasar Tayu abupaten Pati, sampai pukul 07.00 pe...
-
Tidak banyak masjid tua di Kabupaten Pati yang masih terlihat mempertahankan arsitekturnya yang kuno. Di antara sedikit masjid kuno ya...
-
MargoyosoUpdate.com - Dunia ini dipenuhi dengan berbagai orang yang memiliki bermacam-macam karakter. Sehingga tak aneh bila ada saja kejad...
-
MargoyosoUpdate.com - Saat menghadiri sidang kasus penganiayaan yang menimpa Diego Michiel, Sang kekasih Nikita Willy terlihat sedih dan me...
-
Margoyoso Update - Nih ada beberapa Tips Mudah buat Kamu yang suka makan roti bakar dengan motif Kartun kesukaanmu: Roti Bakar memang hidan...
-
Margoyoso Update - Kemacetan kembali terjadi di jalan Kudus - Demak hingga 3 KM, tepatnya di perbatasan Kudus - Demak, hal ini di karenakan ...
-
Margoyoso Update - Dalam Dunia Pertanian sudah tak Asing lagi dengan yang namanya Pemupukan, namun kali ini saya akan sedikit mengulas tenta...




