breaking

World View

World View

Menarik

Menarik

Khas Nusantara

Khas Nusantara




Penanaman Tanaman Padi
1.      Mencabut Bibit
Setelah berdaun 5-6 helai, kira kira berumur 21-23 hari (dari saat tabur benih) bibit dapat dipindahkan ke sawah. Adapun syarat-syarat bibit yang baik adalah :
a)      Tinggi bibit + 22-25 cm.
b)      Mempunyai 5-6 helai daun.
c)      Batang yang dibagian bawahnya besar dan keras.
d)     Bebas dari hama dan penyakit.
e)      Bibit yang ditanam seragam
Kira-kira dua hari sebelum bibit dicabut, air dimasukan kedalam persemaian hingga tergenang. Dengan air yang cukup tanah akan menjadi lunak dan bibit dapat dicabut dengan mudah. Pada waktu akan mencabut bibit, hanya air di selokan antara petak-petak ditinggilkan.
Bibit dicabut dengan hati-hati, satu demi satu tanpa banyak merusak akar. Pencabutan dilakukan dari pinggir ke tengah. Bibit yang telah dicabut diikat dalam ikatan yang cukup besar, lalu dibawa ke sawah dan dibagi tiap petak.
2.      Penentuan Jarak Tanam dan  Cara Tanam
Penentuan jarak tanam, biasanya tergantung pada varietas padi, musim tanam, dan daerah lahan yang akan ditanami. Tapi pada umumya tidak akan jauh dari 20 X 20 cm atau 25 X 25 cm. Adapun maksud dari ditentukannya jarak tanam adalah :
ü  Tidak terjadi persaingan yang hebat untuk mendapatkan unsur-unsur makanan dan cahaya matahari.
ü  Agar dalam melakukan penyiangan menjadi lebih mudah.
Setelah ditentukan jarak tanam, kemudian dilakukan penanaman. Dalam satu lubang dapat ditanam 1-2 batang bibit, dan ditanam sedalam + 3 cm. penanaman yang terlalu dalam menyebabkan pertumbuhan akar akan lambat dan anakan berkurang, sehingga prodoksi pun berkurang. Sebisa mungkin bibit ditanam dengan tegak dan jangan sampai miring.
Pembenihan Tanaman Padi

  1. Penebaran Benih
Untuk keseragaman pertumbuhan bibit, taburkan benih merata diatas bedengan. Pada tiap-tiap meter persegi persemaian ditabur + 75 gr gabah. Penaburan gabah yang terlalu rapat dipersemaian akan mengakibatkan pertumbuhan bibit kurang baik. Gabah ditabur rata-rata mulai dari tepi sampai ke bagian-bagian yang kosong, sehingga gabah betul-betul merata diseluruh bedengan. Dendan papan gabah ditekan sehingga sedikit masuk kedalam lumpur untuk menghindari serangan burung. (Bila diperkirakan akan turun hujan lebat, maka untuk menghindarkan pukulan-pukulan air hujan dan hanyutnya gabah, persemaian diari hingga terendam + 10 cm).
Sebelum penaburan benih, bedengan dipupuk dengan 10 gram urea dan 10 gram TSP tiap m2.
  1. Pemeliharaan Benih di Persemaian
Setelah gabah ditabur, persemaian diairi secara rembesan, caranya ialah dengan memasuki air pengairan ke dalam selokan diantara bedengan. Dengan cara ini benih mendapatkan cukup oksigen dari udara, sehingga pertumbuhan bibit lebih cepat.
Dengan makin tingginya bibit di persemaian, air dapat berangsur-angsur dinaikan menjadi 1-5 cm. untuk encegah tumbuhnya gulma, dilakukan penyiangan dengan tangan.
Terhadap kemungkinan serangan hama, persemaian disemprot dengan insektisida dua kali, yakni 10-12 setelah sebar, dan diulangi seminggu kemudian.

Persemaian harus disiapkan sebaik-baiknya, agar diperoleh bibit yang baik, sehingga pertumbuhan tanaman di sawah pun akan baik.
  1. Pentingnya Persemaian
Di negeri kita padi sawah ditanam dengan memakai benih yang disemaikan terlebih dahulu. Menanam padi dengan memperggunakan persemaian memang ternyata lebih banyak memberi keuntungan dari pada kerugian. Apabila benih disemaikan terlebih dahulu, maka perawatan tanaman yang masih kecil yang banyak minta waktu, ketelitian dan kesabaran itu, dapat dipusatkan dibidang tanah yang tidak begitu luas, yaitu dipusatkan dipersemaian yang luasnya kira-kira 1/20 dari luas tanah yang akan ditanami, sehingga untuk melakukan perawatan mudah dilakukan.
Adapun kesulitan dalam mempergunakan persemaian yaitu orang terpaksa harus membuat persemaian dan memungut hasil tanamanya lebih lambat. Tanaman padi yang disemaikan terlebih dahulu, umurnya menjadi 15-20 hari lebih panjang daripada yang langsung ditanam seperti yang dilakukan di Eropa Amerika dan lain-lain Negara.
  1. Syarat-Syarat Persemaian
·         Tanahnya Subur.
·         Tidak terlindung, sehingga bibit dapat memanfaatkan sinar matahari sebaik-baiknya.
·         Dekat sumber pengairan.
·         Mudah untuk diamati.
  1. Pembuatan Persemaian
Luas persemaian yang diperlukan kira kira 1/20 dari areal sawah yang akan ditanami. Penggarapan tanah untuk persemaian dimulai kira kira sebulan sebelum tanam. Cara pembuatannya yaitu tanah dibajak, kemudian digaru sehingga melumpur dengan baik. Dalamnya pengolahan kira kira + 15-20 Cm. Lalu dibuatlah bedengan dengan ukuran :
Tinggi  : 20 cm
Lebar   : + 120 Cm
Panjang: 500-600 cm, hendaknya jangan lebih
Kemudian diantara bedengan-bedengan dibuat selokan sebesar 30 cm untuk memudahkan :
§  Penaburan benih.
§  Pemupukan.
§  Penyemprotan hama.
§  Pengairan.
§  Penyiangan
§  Pencabutan bibit.



(Pati, Kota) - Kekeringan dan krisis air diwilayah Pati, terus meluas dari 11 kecamatan menjadi 12 kecamatan. Terakhir daerah yang terlanda krisis air bersih, 6 desa di kecamatan Margorejo.

Desa-desa yang mengalami krisis air, akibat kemarau panjang itu, berada di kecamatan Batangan, Gabus, Margorejo, Pucakwangi, Kayen, Winong, Jaken, Jakenan, Sukolilo, Wedarijaksa, Pati, dan Tambakromo.

Menurut Kasi Perlindungan Masyarakat pada Kantor Kesbangpolinmas Pati, Heru Susanto, hingga 15 September mendatang, Pemkab Pati telah mengalokasikan 738 tangki air bersih untuk membantu warga di desa-desa yang terlanda krisis air.

“Hingga saat ini dikategorikan meluas. Dari yang kemarin 11 kecamatan di 86 desa, sekarang menjadi 92 desa di 12 kecamatan. Upaya-upaya yang dilakukan berkoordinasi dengan SKPD lain, karena alokasi untuk bantuan air bersih sudah tidak ada, sehingga kita upayakan melalui dana  siap pakai BPBD Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Hanya saja, untuk dapat mencairkan dana tersebut, masih menunggu surat pernyataan Bupati Pati tentang kerawanan bencana kekeringan. Selain itu, keterbatasan armada pengangkut air bersih, menjadi kendala untuk penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, warga Pati yang mengalami krisis air bersih, untuk memasak, mencuci, mandi atau memberi minum ternaknya, warga terpaksa membeli air dari pedagang air asongan, dengan harga Rp.3ratus hingga Rp.5ratus per jerigen. Bahkan dibeberapa desa, warganya, warga terpaksa mengendapkan air keruh yang diambilanya dari kubangan dan sumur yang ada didekat tempat tinggalnya.(*)    



(Pati, Kota) - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, menunda putusan sela kasus penyelewengan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso. Karena tertunda, sehingga persidangan dengan agenda pembacaan putusan sela, dilanjut pada Senin mendatang, 10 September 2012.

Tertundanya putusan sela terhadap kasus dugaan penyelewengan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso itu, karena ada perubahan susunan Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

Menurut Jaksa Rukin SH, penundaan itu terjadi karena ada pergantian dua dari tiga hakim yang menyidangkan perkara yang mendudukkan Imam Kuswadi (Kades Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso) sebagai terdakwanya.

"Dua dari hakim yang menyidangkan itu, pindah ke tempat tugasnya yang baru. Sehingga untuk memberikan kesempatan dua hakim yang menggantikanya mempelajari perkara itu, maka persidangan harus ditunda,” terangnya.

Sebelum menutup persidangan pekan lalu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang mengatakan, sidang berikutnya mengagendakan putusan sela.  Putusan itu menjadi penting bagi terdakwa maupun jaksa, apakah perkara tersebut dilanjut atau tidak.

Jaksa dalam perkara ini mendakwa Kades Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso, Imam Kuswadi telah melakukan penyelewengan bantuan ADD bagi desa yang dipimpinnya. Atau melanggar pasal 2 dan 3 dalam UU tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(*)
Ngemplak Kidul adalah desa yang terletak di Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini berbatasan dengan desa Kajen (utara), desa Sekarjalak, desa Bulumanis Kidul (timur), desa Sidomukti (selatan), desa dan Soneyan (barat). Desa Ngemplak Kidul terkenal dengan produksi tepung tapiokanya. Beberapa pondok pesantren dan madrasah juga ada di sini, meski tidak sebanyak pondok pesantren di Kajen.

Sejarah desa Ngemplak Kidul

Desa Ngemplak kidul dibuka oleh Mbah Ronggo Kusumo beserta para murid dan keluarganya. Mbah Ronggo Kusumo adalah salah satu wali lokal yang menyebarkan agama Islam. Raden Ronggokusumo adalah putera Ki Agung Meruwut yang masih keponakan KH.Ahmad Mutamakkin. Ia diperintahkan untuk membuka tanah (menebang hutan) disebelah barat Desa Kajen. Perintah beliau dilaksanakan penuh tanggungjawab sehingga dalam waktu yang singkat (konon dalam waktu satu malam) tanah tersebut terlihat emplak-emplak, sehingga oleh beliau dinamai Desa NGEMPLAK.
Raden Ronggokusumo menetap di Desa tersebut dan berjasa besar dalam menyiarkan Agama Islam. Masyarakat desa Ngemplak Kidul dan sekitarnya sangat menghormati Mbah Ronggo Kusumo. Hari wafat beliau, 10 Sapar (Arab: Safar) diperingati sebagai "Khaul Syekh Ronggo Kusumo." Berbagai acara dilakukan dalam bulan Sapar. Bla bla bla .... [bagian ini akan kami lanjutkan kalau sempat ;) ]

Tepung Tapioka di Ngemplak Kidul

Desa Ngemplak Kidul adalah pelopor produksi tepung Tapioka di Kabupaten Pati. Tepung tapioka atau tepung singkong atau aci atau tepung kanji atau pathi adalah tepung yang berasal dari pati singkong atau ketela pohon. Penggunaan tepung ini sangat luas. Di antaranya untuk membuat bakso, batagor, siomay, pempek, cimol, cireng, bubur, kerupuk, lem, dll.
Sebagian besar penduduk Ngemplak Kidul mengandalkan hidup dari hasil pengolahan ketela. Selain dijadikan tapioka, hasil sampingan dari pengolahan singkong antara lain: ampas ketela, kulit singkong, pongkol, cilikan dan bahkan limbah cairnya (lindur). Ampasnya bisa digunakan untuk pakan ternak, campuran saos, dll. Kulitnya untuk pakan ternak. Pongkol (bonggol ketela yang keras) untuk bahan bakar dapur. Cilikan (ketela yang kecil-kecil) untuk dibuat gaplek. Lindur (limbah cair) untuk tambak.
Di desa-desa sekitar Ngemplak Kidul juga terdapat kegiatan produksi tapioka. Antara lain di desa Sidomukti, Soneyan, Waturoyo dan Mojoagung.
Bla bla bla [ini juga masih harus dilengkapi]

Foto-foto desa Ngemplak Kidul

TapiokaPelataran adalah tempat untuk menjemur tepung tapioka yang baru diambil dari tempat pengendapan.
dokar Dokar masih bisa dijumpai di Ngemplak Kidul dan sekitarnya
BaronganSeni pertunjukan barongan diadakan tiap bulan Sapar dalam memperingati Khaul Syekh Ronggo Kusumo. Gambar di atas adalah kesenian barongan Sri Rahayu Budoyo dari desa Purwokerto, kecamatan Tayu
kethoprakSeni kethoprak wajib ada tiap bulan Sapar. Biasanya masing-masing RT mendatangkan kethoprak. Yang ditunjukkan di gambar ini adalah kethoprak Kancil Joyo asuhan Bapak Jumadi Kancil
dangdutOrkes dangdut juga termasuk wajib diadakan. Tiap RT mendatangkan grup dangdut sendiri-sendiri. Gambar di atas adalah OM Sabilla dari Jepara

Peta Desa Ngemplak Kidul


View Larger Map



Pengolahan Tanah pada Tanaman Padi
Pengolahan tanah untuk budidaya padi sawah dilakukan secara bertahap, yaitu sebagi berikut :
  1. Perbaikan Saluran dan Galengan
Sebelum penggarapan tanah dimulai, galengan harus diperbaiki, dibuat cukup tinggi, agar dapat menahan air dengan baik. Sebab dalam penggarapan tanah air tidak boleh mengalir keluar.
Saluran-saluran pengairan perlu diperbaiki dan dibersihkan dari rumput-rumput. Ini akan mencegah kehilangan air pengairan dan mengurangi terwabahnya biji gulma kedalam petakan-petakan sawah.
  1. Membajak
Airilah petakan sawah seminggu sebelum pembajakan, untuk melunakan tanah dan menghindarkan melekatnya tanah pada mata bajak. Terlebihdahulu dibuat alur ditepi dan ditengah petakan sawah agar air cepat membasahi saluran petakan.
Kedalaman dalam pembajakan + 15-25 cm. Hingga tanah benar-benar terbalikan dan hancur. Adapun manfaat dari pembajakan adalah sebagai berikut :
a.       Pemberantasan gulma, sebab dengan pembajakan tumbuhan dan biji gulma akan terbenam.
b.      Menambah unsur organik, karena pupuk hijau yang berasal dari rumput akan terbenam dan tercampur dengan tanah.
c.       Mengurangi pertumbuhan hama penyakit.
Setelah dibajak tanah segera harus digenangi, untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa tanaman dan menghindari hilangnya nitrogen juga melunakan bongkahan tanah yang disebabkan pembajakan. Penggenangan dilakukan selama kira-kira seminggu.
  1. Menggaru
Sebelum penggaruan dimulai, terlebihdahulu air didalam petakan dibuang, ditinggalkan sedikit untuk membasahi bongkahan bongkahan tanah. Dan selama penggaruan, saluran pemasukan dan pembuangan air harus ditutup, untuk menjaga supaya sisa air jangan sampai habis keluar dari petakan.
Dengan cara menggaru tanah memanjang dan melintang, bongkahan-bongkahan tanah dapat dihancurkan. Dengan penggaruan yang berulang-ulang :
·         Peresapan air ke bawah dikurangi.
·         Tanah menjadi rata.
·         Penanaman bibit menjadi mudah.
·         Rumput-rumput yang ada akan terbenam.
Setelah penggaruan pertama, sawah digenangi lagi selama 7-10 hari.
  1. Meratakan
Proses perataan sebenarnya adalah penggaruan yang ke-dua. Yang dilakukan setelah lahan digenangi 7-10 hari. Pengaruan yang ke-dua ini dilakukan dengan maksud :
a.       Meratakan tanah sebelum tanam pindah.
b.      Membenamkan pupuk dasar guna menghindari denitrifikasi.
c.       Melumpurkan tanah dengan sempurna.
Penggarapan tanah mulai dari pembajakan pertama sampai perataan, memerlukan waktu kira kira 25 hari, kira-kira sama dengan umur bibit di persemaian